the cutest blog on the block

Rabu, 11 Desember 2013

3 alasan kenapa boyfriend jeans jadi must have item

boyfriend jeans aka oversized jeans belakangan mulai banyak digunakan cewek-cewek sebagai pilihan untuk tampil kasual. style yang sedang booming di hollywood ini awalnya dipopulerkan oleh aktris katie holmes.
cute isn'it? of course it is me myself like that style pretty much thought that i have one in my closet :D. Sebenernya konsep yang diusung dari BF jeans ini adalah loose atau longgar yang ngebuat cewek-cewek lebih leluasa melakukan aktivitas outdoor maupun indoor makanya konsep cutting dari BF jeans ini oversized. oke enough for the introduction dan aku juga gak bakal ngejelasin panjang-panjang tentang styleku yang ini tapi aku bakalan nulis tentang alasan kenapa bf jeans jadi barang wajib punya buat cewek-cewek pecinta gaya kasual, nyantai dan flaksibel like me. check it out ladies

First of all, BF jeans ini adalah outfit kasual yang sederhana, tapi ketika kamu menambahkan aksesoris yang pas serta alas kaki yang cantik, just like a magic *poof* you're just look gorgeous. but remember gals perhatikan pada saat memilih aksesoris dan sepatu kamu, tidak hati-hati bisa membuat gaya berantakan and i'm sure you're not gonna do that right?


Second is boyfriend jeans are fit on every occation,seperti bepergian santai bersama teman, ngedate bahkan kuliah, aku kasi sedikit panduan mix and match BF jeans supaya bisa tampil lebih cantik lagi, oke are you ready? i count you're ready (*abaikan). untuk bepergian santai dengan teman kalian bisa menggunakan BF jeans dengan detil robek dikombinasikan dengan vedora yang super cute serta wedges cantik ataupun ballet shoes yang manis, jika ingin menambah kesan santai bisa juga kalian gunakan sendal glaadiator yang unik.

untuk kencan you need something sweet ladies, pilih BF jeans yang plain, no sobek-sobek yang pasti, gak mau kan dianggap habis dikejar anjing gila karna celana kamu sobek, okay move on please. selanjutnya aksesori pilih gelang dan kalung kamu dengan bijak gak perlu ramai cukup simple dan manis, the next is shoes, untuk menambah kesan feminim kamu bisa menggunakan heels atau wedges cantik yang kamu miliki.

Sedangkan untuk kuliah,  kamu bisa memakai BF jeans plain + kemeja dan terakhir flat shoes yang cantik, karna untuk kuliah aksesori yang digunakan gak boleh terlalu banyak tambahkan jam tangan favorit kamu serta statement bangles atau bisa juga diganti dengan statement ring.

and The last but not least is you're not have to buy a new jeans to get BF jeans, coba deh bongkar tumpukan pakaian lama dirumahmu, kamu akan nemuin jeans oversized yang bisa kamu ubah jadi sahabat barumu "BF jeans" :D, i know the last is lame but i really do, aku juga dapetin boyfriend jeansku dari tumpukan lama dirumahku : D.

Here the other tips to makes you're style perfect, buat lipatan kecil-kecil setinggi 3 cm diatas mata kakimu (bisa juga lebih terserah bisa diatur sesuai keinginan kamu) fungsinya untuk memamerkan sedikit kaki kecilmu untuk menghilangkan kesan tenggelam pada saat menggunakan oversized jeans ini, juga untuk menarik perhatian orang untuk memamerkan kakimu yang mengenakan sepatu cantik.

*images source: google images.

Senin, 09 Desember 2013

This is Why They Called it BFs

I just thinking why i didn't write about my bst friend ever? instead i write about stupid painfull love story, i don't even try move on.
Jadi sudah selama 4 tahun terakhir ini aku menetap di Makassar untuk kuliah. Awalnya semua kelihatan berat dan asing, belum lagi perasaan home sick yang luar biasa bikin aku gak beta tinggal di makassar. Tahun-tahun awal yang aku lewatin itu berat dan penuh dengan air mata sampe aku nekad ngelakuin hal ekstrem kayak gak mau bicara sama mama dan papa soalnya tiap denger suara mereka tiba-tiba aja tenggorokan aku tercekat dan tau-tau aku akan mulai menangis, tau dong kalau aku mulai nangis pasti mereka bakalan sedih apalagi mama pasti bakalan ikut nangis juga.
Akhirnya aku putusin buat tegar, actually i'm not so sure apa arti tegar yang aku maksud disini, intinya aku menghindari bicara sama mereka lewat telpon jadi bisa dibayangkan tahun pertamaku kuliah nyaris gak pernah telponan sama mereka kebanyakan hanya lewat sms, dan kalau aku udah kangen banget sama mereka aku bakalan kesudut kamar nangis pelan-pelan agar temen sekamarku gak kebangun.
My first year as a student collage was suck it was a misarable year in my intire life but i made it to through, fani dan asmi memegang peranan penting itu mereka banyak ngebantu aku ngelewati masa sulit itu. Banyak momen indah, lucu konyol yang aku lewatin bareng mereka sampe gak bisa aku hitung satu-satu but mostly about eat point, clothes, accesory, ice cream, movies, books, music and absolutely a MAN :D .
Awalnya kami deket sekedar numpang di kos buat tidur siang sambil nungguin jadwal kuliah sore, weird isn't it? tapi emang gitu awal kami deket. and then we start share something and now we share almost everything. mulai dari tempat makan enak because we love to eat, bergelas gelas ice cream strowberi dan vanila plain, nyari baju bareng sambil mikir konsep hunting berikutnya, a tons of movies (mostly korean drama), great musics, good books. sampe masalah keluarga dan betapa menjengkelkan pacar-pacar mereka, serta berpak-pak tisu yang aku habisin untuk nyeka airmataku pasca putus dari orang itu.
Mereka berdua ada disana buat nemenin aku ngelewatin masa paling gelap dalam hidupku yang bahkan lebih buruk dari home sick akut sialan itu. ngedukung aku bergabung di gym untuk mengisi waktu daripada melihat aku nangis seperti orang bodoh. Mereka juga ada saat aku dapat kamera pertamaku.
Jangan kira kami gak pernah berantem, pernah loh dan setiap kami berantem akan menjadi sesuatu yang berat dan menguras banyak air mata. tapi dibalik itu semua kami yakin persahabatan kami akan semakin kuat setelah diberi ujian seperti ini dan disini akan diliat seberapa kuat dan tulus persahabatan kami, and we made it through every problem that's makes us weak.
I remember this one situation karna mungkin ini adalah pertengkaran terhebat dalam sejarah persahabatan kami, dan aku lah pemicunya. Jadi waktu itu entah gimana awalnya aku mulai deket dengan ina (she's sweet, smart and she actually kind a fun ). Awalnya semua tampak baik-baik saja kami seperti biasa ditambah ina semua seakan sempurna dan seru karna pertemanan kami semakin rame dan lengkap. tapi gak sampai situ aja well karena satu hal asmi dan fani salah paham. Mereka berpikir aku mulai berubah dan meninggalkan mereka karena mendapat teman baru. Aku mungkin emang ngelakuin kesalahan tapi gak mungkin aku ninggalin mereka karena dapat temen baru. what kind a person i am throw my old friends for a new one? come on i'm not some kind a jerk you think,
Setelah ngelurusin salah paham ini itu, akhirnya kami baikan lagi, and we getting stronger than yesterday. From this situation i realize one thing that they are so much care about me and afraid to lose me so they act like that angry with me, ignore me, and leave because they love me as much as i do and i afraid to lose them too. And big thank's to INA because of her we realize the thing is we care about each other, dan dari semua ini ina ada untuk nyadarin kami bahwa kami saling menyayangi.
i hope it will last forever :D :D :D


Sabtu, 07 Desember 2013

MELBOURNE, really rewind my story with him

Baru namatin buku, judulnya Melbourne by Winna Efendi. ceritanya tentang 2 orang max and laura, mereka mutusin buat bubaran and after sometimes they reunite just to realize that the are perfect together bacause max realize that laura is the right person to spend the rest of his life together. it won't be so easy like i said masih banyak ujian yang harus mereka lewatin untuk akhirnya benar-benar sadar bahwa "kemanapun dan sejauh apapun kamu pergi kamu akan selalu pulang kerumah dan rumahmu adalah aku".
Semangat banget nyelesain baca buku ini karna sebagian besar cerita max dan laura somehow like i stare the mirror, it's just like me. Every feeling yang di gambarin laura dan max, every word that the writer used it's like what i've been through how max missed laura, how despreate laura when she decide to leave max, how fear laura when she know max still love her,how they hurt when they decide to split up and those miserable feeling, i know because i've been there just a year ago.
hingga beberapa bab aku ngebaca buku ini aku mulai sadar bahwa aku gak benar-benar bisa ngelupain orang itu, setelah kupikir setahun berlalu rasa yang ada gak bisa bener-bener hilang tertimbun orang baru, kesibukan baru hingga gak ada waktu untuk mikirin orang itu, tapi akan selalu ada saat dimana kamu akan ngelakuin sesuatu and somehow you just thinking of him and you realize you miss him. sama seperti ketika aku mulai membaca buku ini ada saat dimana satu kalimat, satu paragraf, bahkan satu bab yang tiba-tiba mengingatkan aku sama orang itu, dan kenangan tentang kami. dan aku mulai berpikir " it's so damn right, how can some else can explain what i feel so real in every single word that she wrote in her novel?
ada saat dimana aku ingin sekali menangis saat membaca buku ini sebagian karena penderitaan yang dialami laura dan max sebagian lagi karena semakin bertambah lembar yang aku baca semakin kenanganku bersamanya muncul, dan itu membuat rasa sakitku berlipat ganda. i just wanna scream out loud
hampir setahun aku gak pernah ketemu dengan orang itu, penasaran bagaimana dia, kegiatannya, orang yang bersamanya sekarang, apa yang terjadi saat kami bertemu lagi? apakah akan saling menyapa atau hanya memandang dan berlalu begitu saja. tiba-tiba saja semua pertannyaan yang pernah aku lontarkan berapa bulan lalu saat baru saja putus membuatku mempertanyakannya lagi, even if i still didn't have the right answer yet.
is he really worth it ? is he really the right person?
pertanyaan ini berputar-putar diotakku sekian lama, apakah aku menyesal mengakhiri semuanya? for the honest answer is YES i regret, i really do the moment i said it's over i'm started to regret, dan dalam keadaan penyesalan yang luar biasa aku memilih untuk menguatkan diriku yang terseok-seok tak berdaya atas keputusan yang aku ambil, karena aku berpikir ini yang terbaik saat itu untuk aku maupun orang itu, and here i am better and better every day. We let go. We remember, We move on
tapi gak seperti itu untuk beberapa bulan yang lalu aku terlalu sakit untuk bersikap tegar, untuk satu moment aku bertindak tidak peduli pada sekitarku tenggelam mengasihani diriku sendiri yang terlalu sakit untuk bersikap lebih masuk akal. Every single day i wondering what if i don't break up with him? what if i'm still fight my feeling for him? apakah aku akan tetap bisa mendengar suaranya yg serak dan berat untuk membangunkanku di pagi hari hanya sekedar untuk mengucapkan good morning? apakah dia tetap mengandeng tanganku saat jalan berdampingan? berlari mengambil payung saat hujan hanya untuk memastikan aku nggak akan kehujanan? senggaknya aku memperjuangkan perasaanku untuknya, bukan malah memilih mengakhiri semuanya disaat aku merasa semuanya semakin berat dan tak sanggup aku terima, just like a pathetic coward. sometimes you have to choose and sometimes you choose the wrong choices, and that's okay to be wrong sometimes.
meskipun aku tidak begitu menyukai karakter laura, kadang dalam kerapuhannya aku melihat refleksi diriku sendiri memutuskan mundur untuk hal yang sama karena takut terluka. dan meskipun dalam keadaan terluka aku akan berusaha untuk tegar just like she do, and she made it
selain ceritanya yang extraordinary novel ini juga menawarkan track playlist yang enak banget buat didengerin. "there is always a song you can relate to a specific event in your life".