Baru namatin buku, judulnya Melbourne by Winna Efendi. ceritanya tentang 2 orang max and laura, mereka mutusin buat bubaran and after sometimes they reunite just to realize that the are perfect together bacause max realize that laura is the right person to spend the rest of his life together. it won't be so easy like i said masih banyak ujian yang harus mereka lewatin untuk akhirnya benar-benar sadar bahwa "kemanapun dan sejauh apapun kamu pergi kamu akan selalu pulang kerumah dan rumahmu adalah aku".
Semangat banget nyelesain baca buku ini karna sebagian besar cerita max dan laura somehow like i stare the mirror, it's just like me. Every feeling yang di gambarin laura dan max, every word that the writer used it's like what i've been through how max missed laura, how despreate laura when she decide to leave max, how fear laura when she know max still love her,how they hurt when they decide to split up and those miserable feeling, i know because i've been there just a year ago.
hingga beberapa bab aku ngebaca buku ini aku mulai sadar bahwa aku gak benar-benar bisa ngelupain orang itu, setelah kupikir setahun berlalu rasa yang ada gak bisa bener-bener hilang tertimbun orang baru, kesibukan baru hingga gak ada waktu untuk mikirin orang itu, tapi akan selalu ada saat dimana kamu akan ngelakuin sesuatu and somehow you just thinking of him and you realize you miss him. sama seperti ketika aku mulai membaca buku ini ada saat dimana satu kalimat, satu paragraf, bahkan satu bab yang tiba-tiba mengingatkan aku sama orang itu, dan kenangan tentang kami. dan aku mulai berpikir " it's so damn right, how can some else can explain what i feel so real in every single word that she wrote in her novel?
ada saat dimana aku ingin sekali menangis saat membaca buku ini sebagian karena penderitaan yang dialami laura dan max sebagian lagi karena semakin bertambah lembar yang aku baca semakin kenanganku bersamanya muncul, dan itu membuat rasa sakitku berlipat ganda. i just wanna scream out loud
hampir setahun aku gak pernah ketemu dengan orang itu, penasaran bagaimana dia, kegiatannya, orang yang bersamanya sekarang, apa yang terjadi saat kami bertemu lagi? apakah akan saling menyapa atau hanya memandang dan berlalu begitu saja. tiba-tiba saja semua pertannyaan yang pernah aku lontarkan berapa bulan lalu saat baru saja putus membuatku mempertanyakannya lagi, even if i still didn't have the right answer yet.
is he really worth it ? is he really the right person?
pertanyaan ini berputar-putar diotakku sekian lama, apakah aku menyesal mengakhiri semuanya? for the honest answer is YES i regret, i really do the moment i said it's over i'm started to regret, dan dalam keadaan penyesalan yang luar biasa aku memilih untuk menguatkan diriku yang terseok-seok tak berdaya atas keputusan yang aku ambil, karena aku berpikir ini yang terbaik saat itu untuk aku maupun orang itu, and here i am better and better every day. We let go. We remember, We move on
tapi gak seperti itu untuk beberapa bulan yang lalu aku terlalu sakit untuk bersikap tegar, untuk satu moment aku bertindak tidak peduli pada sekitarku tenggelam mengasihani diriku sendiri yang terlalu sakit untuk bersikap lebih masuk akal. Every single day i wondering what if i don't break up with him? what if i'm still fight my feeling for him? apakah aku akan tetap bisa mendengar suaranya yg serak dan berat untuk membangunkanku di pagi hari hanya sekedar untuk mengucapkan good morning? apakah dia tetap mengandeng tanganku saat jalan berdampingan? berlari mengambil payung saat hujan hanya untuk memastikan aku nggak akan kehujanan? senggaknya aku memperjuangkan perasaanku untuknya, bukan malah memilih mengakhiri semuanya disaat aku merasa semuanya semakin berat dan tak sanggup aku terima, just like a pathetic coward. sometimes you have to choose and sometimes you choose the wrong choices, and that's okay to be wrong sometimes.
meskipun aku tidak begitu menyukai karakter laura, kadang dalam kerapuhannya aku melihat refleksi diriku sendiri memutuskan mundur untuk hal yang sama karena takut terluka. dan meskipun dalam keadaan terluka aku akan berusaha untuk tegar just like she do, and she made it
selain ceritanya yang extraordinary novel ini juga menawarkan track playlist yang enak banget buat didengerin. "there is always a song you can relate to a specific event in your life".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar