the cutest blog on the block

Senin, 09 Desember 2013

This is Why They Called it BFs

I just thinking why i didn't write about my bst friend ever? instead i write about stupid painfull love story, i don't even try move on.
Jadi sudah selama 4 tahun terakhir ini aku menetap di Makassar untuk kuliah. Awalnya semua kelihatan berat dan asing, belum lagi perasaan home sick yang luar biasa bikin aku gak beta tinggal di makassar. Tahun-tahun awal yang aku lewatin itu berat dan penuh dengan air mata sampe aku nekad ngelakuin hal ekstrem kayak gak mau bicara sama mama dan papa soalnya tiap denger suara mereka tiba-tiba aja tenggorokan aku tercekat dan tau-tau aku akan mulai menangis, tau dong kalau aku mulai nangis pasti mereka bakalan sedih apalagi mama pasti bakalan ikut nangis juga.
Akhirnya aku putusin buat tegar, actually i'm not so sure apa arti tegar yang aku maksud disini, intinya aku menghindari bicara sama mereka lewat telpon jadi bisa dibayangkan tahun pertamaku kuliah nyaris gak pernah telponan sama mereka kebanyakan hanya lewat sms, dan kalau aku udah kangen banget sama mereka aku bakalan kesudut kamar nangis pelan-pelan agar temen sekamarku gak kebangun.
My first year as a student collage was suck it was a misarable year in my intire life but i made it to through, fani dan asmi memegang peranan penting itu mereka banyak ngebantu aku ngelewati masa sulit itu. Banyak momen indah, lucu konyol yang aku lewatin bareng mereka sampe gak bisa aku hitung satu-satu but mostly about eat point, clothes, accesory, ice cream, movies, books, music and absolutely a MAN :D .
Awalnya kami deket sekedar numpang di kos buat tidur siang sambil nungguin jadwal kuliah sore, weird isn't it? tapi emang gitu awal kami deket. and then we start share something and now we share almost everything. mulai dari tempat makan enak because we love to eat, bergelas gelas ice cream strowberi dan vanila plain, nyari baju bareng sambil mikir konsep hunting berikutnya, a tons of movies (mostly korean drama), great musics, good books. sampe masalah keluarga dan betapa menjengkelkan pacar-pacar mereka, serta berpak-pak tisu yang aku habisin untuk nyeka airmataku pasca putus dari orang itu.
Mereka berdua ada disana buat nemenin aku ngelewatin masa paling gelap dalam hidupku yang bahkan lebih buruk dari home sick akut sialan itu. ngedukung aku bergabung di gym untuk mengisi waktu daripada melihat aku nangis seperti orang bodoh. Mereka juga ada saat aku dapat kamera pertamaku.
Jangan kira kami gak pernah berantem, pernah loh dan setiap kami berantem akan menjadi sesuatu yang berat dan menguras banyak air mata. tapi dibalik itu semua kami yakin persahabatan kami akan semakin kuat setelah diberi ujian seperti ini dan disini akan diliat seberapa kuat dan tulus persahabatan kami, and we made it through every problem that's makes us weak.
I remember this one situation karna mungkin ini adalah pertengkaran terhebat dalam sejarah persahabatan kami, dan aku lah pemicunya. Jadi waktu itu entah gimana awalnya aku mulai deket dengan ina (she's sweet, smart and she actually kind a fun ). Awalnya semua tampak baik-baik saja kami seperti biasa ditambah ina semua seakan sempurna dan seru karna pertemanan kami semakin rame dan lengkap. tapi gak sampai situ aja well karena satu hal asmi dan fani salah paham. Mereka berpikir aku mulai berubah dan meninggalkan mereka karena mendapat teman baru. Aku mungkin emang ngelakuin kesalahan tapi gak mungkin aku ninggalin mereka karena dapat temen baru. what kind a person i am throw my old friends for a new one? come on i'm not some kind a jerk you think,
Setelah ngelurusin salah paham ini itu, akhirnya kami baikan lagi, and we getting stronger than yesterday. From this situation i realize one thing that they are so much care about me and afraid to lose me so they act like that angry with me, ignore me, and leave because they love me as much as i do and i afraid to lose them too. And big thank's to INA because of her we realize the thing is we care about each other, dan dari semua ini ina ada untuk nyadarin kami bahwa kami saling menyayangi.
i hope it will last forever :D :D :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar